Akhir-akhir ini banyak sekali yang mulai tertarik dengan saham dan investasi.
Saya melihat ada berbagai alasan yang membuat publik mulai mendengar dan mulai mencoba untuk mengetahui, mempelajari dan mengambil keuntungan dari saham.
Pertama adalah pandemi, banyak orang kehilangan pekerjaan atau mengalami kekurangan pendapatan dan mungkin mencari cara menghasilkan uang dari rumah. Kedua beberapa orang terkenal mulai sering membahas saham, misalkan mas Raditya Dika di channel youtubenya, Dan ketiga mungkin karena boomingnya drama korea start-up yang pada episode pertama saja sudah memperlihatkan Han Ji-Pyeong yang berhasil melipatgandakan uang dari 8 juta menjadi 80 juta won.
Sebenarnya hal ini baik, karena dengan belajar saham, saya yakin pasti anda juga akan belajar soal money management, dana darurat, asset dan liabilitas, compound interest, dan masih banyak lagi ilmu-ilmu keuangan yang seharusnya dipahami oleh semua orang.
Namun, banyak orang terjun kedunia ini untuk mencari keuntungan banyak dalam waktu yang singkat.
Sehingga mereka mulai tertarik dengan trading saham.
Apalagi saat ini, modal untuk memulai trading saham tidak terlalu besar, kemudahan melakukan trading lebih praktis dengan aplikasi trading saham dari broker, mudahnya belajar trading saham dari ilmu-ilmu yang dibagikan gratis secara online, dan masih banyak lagi.
Tidak ada yang melarang anda untuk trading saham.
Tapi banyak sekali orang mulai trading saham tanpa mengetahui atau tanpa ilmu yang cukup.
Akhirnya malah rugi.
Untuk itu pada artikel kali ini saya akan membahas beberapa hal penting yang saya rasa harus diketahui dan dipertimbangkan siapa saja sebelum memulai untuk mencari keuntungan melalui trading saham.
1. Jangan Tertipu Binary
Binary Options adalah penipuan.
Dalam binary option, ada dua jenis transaksi yaitu "call" dan "put". Ketika anda memilih"call" itu artinya anda memprediksi nilai suatu aset akan naik dalam batas waktu tertentu. Sementara "put" adalah lawannya, anda memprediksi nilai aset akan turun dalam batas waktu tertentu.
Misalkan, dengan modal uang US$ 100, anda memilih "call" GBP/USD pada level US$ 1,3260 dalam rentang waktu 10 menit. Tetapi nyatanya 10 menit kemudian GBP/USD berada di level US$ 1,3220. Itu artinya prediksi anda salah, dan modal US$ 100 yang digunakan akan lenyap.
Sebaliknya, jika 10 menit kemudian GBP/USD berada di US$ 1,3265, itu artinya anda meraih cuan tetapi nilainya tidak sama dengan modal yang digunakan yaitu US$ 100, melainkan berdasarkan berdasarkan persentase.
Rata-rata cuan dalam sekali transaksi binary option berada diantara 60% sampai 80% dari modal yang digunakan.
Rentang waktu dalam binary option bisa diperpendek menjadi hanya 30 detik saja, sehingga risiko kehilangan semua modal yang digunakan bisa bisa terjadi dalam beberapa menit. Itulah sebabnya pemerintah selalu memblokir situs investasi yang mengatasnamakan forex yang illegal atau tidak memiliki izin.
Saat ini trading binary yang sedang marak adalah Binomo dan Olymptrade, kedua platform ini sering beriklan menawarkan keuntungan yang tinggi dalam waktu yang singkat, semua platform trading binary saya sarankan untuk dihindari apalagi ketika baru memulai.
Untuk lebih jelasnya silahkan baca penipuan binary options oleh FBI Amerika disini.
Intinya, jauhi trading dengan model seperti ini.
2. Trading Berbeda Dengan Investasi
Investasi berarti percaya dengan sesuatu yang memiliki potensial, menyalurkan dana, bertahan dengan hal itu, kemudian yakin dan percaya akan tumbuh. Trading berbeda
Ketika anda melakukan trading, anda tidak bertahan dan percaya dengan kinerja atau fundamental perusahaan tertentu, ketika harga saham turun, anda beli, ketika harganya naik, anda jual, dengan rentang waktu yang singkat.
Trading tidak sesuai dengan definisi investasi dan banyak investor terbesar dunia berpendapat demikian. Seperti Warren Buffett, dan pembawa acara Shark Tank, Kevin O'Leary, yang mengatakan ‘Trading bukanlah investasi" dikutip dari CNBC.
3. Trading Memiliki Resiko Yang Besar
Trading memang bisa membuat anda mendapatkan uang dengan nominal yang tidak sedikit dalam waktu yang singkat. Tapi itu juga berarti anda bisa mengalami kerugian tidak sedikit dengan waktu yang singkat pula.
Dengan investasi jangka panjang, jika anda melakukan analisa fundamental dengan baik, memiliki prospek yang baik, maka kemungkinan besar resikonya kecil atau setidaknya punya harapan kedepan yang baik.
Akan tetapi menebak apakah harga akan naik atau turun dalam waktu yang singkat adalah sebuah pekerjaan yang susah. Kalau tidak percaya coba anda perhatikan pergerakan saham pada saat open market, anda akan terkejut dengan bagaimana tak terduganya suatu harga saham bergerak. Jadi anda harus benar-benar menguasai analisa teknikal atau analisa chart.
Tidak mengherankan bahwa dilansir dari forbes.com, 97% orang yang terjun ke trading berakhir dengan kehilangan uang.
Jadi berhati-hatilah.
4. Para Trader Sukses Biasanya Bekerja Untuk Institusi Besar
Tapi kalau dipikir-pikir, walaupun 97% kehilangan uang, masih ada 3% yang mendapatkan uang bukan?
Mari kita lihat siapa yang paling banyak dan paling sering mendapatkan profit dari trading.
Dikutip dari investopedia.com, banyak yang sukses mendapatkan profit dari trading adalah trader profesional di institusi besar, seperti perusahaan asuransi atau pensiunan.
Atau individu berpenghasilan tinggi yang menginvestasikan banyak uang dalam pelatihan, perangkat keras, dan perangkat lunak. Dan mereka memiliki beberapa "kartu As" yang tidak dimiliki oleh trader biasa.
Seperti, meja perdagangan profesional, yang melakukan trading dalam hitungan detik, penting untuk bertransaksi dengan cepat ketika pasar juga bergerak dengan cepat. Akses realtime ke data pasar. Modal yang sangat besar. Alat analisis untuk menghitung angka dan menemukan peluang terbaik yang canggih, dan lain-lain.
Bahkan dengan semua hal itu, para profesional pun pernah mengalami hari-hari buruk dalam dunia trading.
5. Trading Adalah Zero-Sum Game
Kalau anda tidak tahu apa itu zero-sum game, singkatnya adalah ketika salah satu pihak untung maka pihak yang lain rugi, dan sebaliknya.
Kalau investasi, setiap orang bisa berinvestasi dalam suatu perusahaan, dan jika kinerjanya baik dalam waktu yang panjang, maka pada dasarnya semua mendapatkan keuntungan.
Tapi pada trading, hal ini berbeda. Ketika seseorang memperoleh keuntungan, maka pada dasarnya keuntungan tersebut datang dari kerugian orang lain.
Misalkan ada saham perusahaan SKGN (PT Singa Kuning wkwkwwk) sekarang parkir dengan harga Rp.50, nah jika anda membelinya misalkan 5 juta rupiah, kemudian tiba-tiba naik jadi Rp.60 dan anda pun menjualnya dengan harga 6 juta, lalu dibeli oleh pak Asep, maka sesungguhnya keuntungan 1 juta anda adalah uang dari pak asep.
Nah, jika harganya masih naik misalkan ke Rp.70 lalu pak asep menjualnya dan dibeli oleh pak bambang, maka sesungguhnya keuntungan 1 juta pak asep berasal dari pak bambang.
Tapi jika harganya malah turun misalkan ke Rp. 50 dan pak asep menjualnya, maka pak asep rugi 1 juta, kemana 1 jutanya pak asep? ke tangan anda.
Sudah mengerti? jadi keuntungan anda adalah kerugian orang lain, dan kerugian anda adalah keuntungan orang lain.
Jadi sebenarnya semua trader adalah petarung satu sama lain.
Dan petarung yang sering menang?
Adalah mereka dengan jam terbang tinggi dan bekerja untuk institusi besar.
6. Jadi Trader Saat Ini Sedang Booming
Entah ini adalah kabar gembira atau kabar buruk.
Di sisi lain banyak yang ngelakuin akan menarik banyak perhatian dan ada efek positifnya seperti harga-harga pelatihan dan kursus mungkin akan turun (karena yang daftar banyak), dipermudahnya proses pendaftaran sekuritas, saling mengedukasi satu sama lain, dan lain-lain.
Namun di sisi lain, ingat pembahasan soal zero-sum game diatas? semakin banyak orang berarti semakin banyak saingan.
Semakin banyak sekuritas mempermudah proses pendaftaran, semakin mempercantik aplikasi dan website mereka agar user-friendly, banyak youtuber/artis/influencer mulai bicara saham, efek pandemi, dan lain sebagainya menyebabkan "main saham" menjadi banyak penggiatnya sekarang.
Dan hal ini tidak terjadi di Indonesia saja, Robinhood, aplikasi trading berbasis di Amerika melaporkan bahwa mereka mendapatkan rekor baru dengan 3 juta pengguna pada awal 2020 lalu.
Walaupun tidak selalu benar, tapi selalu saja sebuah industri yang mulai oversaturated biasanya tidak berlangsung lama atau akan semakin susah persaingannya.
7. Hati-hati Dengan Penipuan Auto Kaya
Hal ini sangat sering terjadi pada dunia trading, saham, dan sebagainya.
Entah melalui iklan atau pesan langsung di email.
Pasti akan banyak sekali yang menawarkan anda kursus, jasa trading titip uang, pelatihan masterclass dan lain-lain dengan janji yang tidak masuk akal.
Hindari!
Coba pikirkan... Kalau mereka jago trading, kenapa mereka tidak trading saja sendiri dan menghasilkan uang banyak? ya, karena mereka jadi miliarder dengan cara jualan kursus, jualan pelatihan dan sebagainya, bukan dari trading.
Apalagi yang selalu menampilkan keuntungan fantastis dan harta melimpah, tapi akhirnya suruh klik link buat ikut pelatihan :)
Tapi saya tidak bermaksud agar anda berhenti belajar atau berhenti mencari guru/mentor. Maksud saya adalah hati-hati dengan pelatihan atau apapun itu dengan iming-imingi pasti untung. Karena sudah saya bahas di atas kan? tidak ada yang namanya pasti untung di trading saham.
Carilah mentor yang bukan hanya sharing ketika untung, tetapi ketika dia rugi juga. Carilah yang tidak terlalu banyak mempromosikan pelatihannya, tidak terlalu banyak mengiklankan kursusnya, tidak selalu memosting keuntungan muridnya, carilah yang akan dibahas di pelatihan adalah suatu konsep atau teknik biasa tanpa bumbu pasti untung.
Dan sebelum anda membayar untuk ilmu trading. Sudah banyak sekali ilmu trading yang dibagikan gratis di Internet. Silahkan buka saja youtube dan google dan cari semuanya. Apalagi kalau anda bisa mengerti bahasa Inggris.
Salah satunya di website ini, silahkan klik disini untuk informasi terbaru soal trading saham secara gratis.
8. Banyak Modal Yang Harus Anda Masukkan
ya ya ya, anda pasti sudah mendengar kalau memulai trading hanya butuh 100 ribu bahkan kurang.
Kalau Anda jago dan untung 5% dalam sehari (sudah tinggi) dari Rp.100 ribu hanya akan bertambah Rp.5 ribu saja, dan itu setelah seharian melihat layar monitor ketika open market. Belum dipotong fee transaksi sekuritas. Kalau modal awal Rp.100 juta baru dalam profit 5% bisa mendapatkan Rp.5 juta rupiah.
Ini juga berarti kalau anda rugi 5% maka anda akan kehilangan Rp.5 juta dalam sehari saja.
Jadi yang pertama untuk berasa keuntungan dari trading maka anda harus punya modal besar, dan rela menghabiskan waktu untuk fokus ke layar ketika market open. Melakukan analisa, dan membaca berita setiap hari.
Jadi trading sudah tidak lagi bisa disebut sebagai sampingan, tapi menurut saya merupakan suatu full time job.
Selanjutnya anda juga harus punya modal otak.
Untuk melakukan analisa teknikal dan "prediksi" pergerakan harga saham, untuk risk management, untuk menjaga hati anda ketika pasar saham bergerak melawan keinginan anda, untuk berpikir dalam mengambil keputusan apakah sell atau hold, apakah buy atau tidak... butuh kemampuan otak yang besar.
Otak anda juga harus jago dalam mengingat dan memahami berita. Apalagi kalau anda melakukan trading di saham berbagai sektor industri. Baca berita pertambangan, baca berita teknologi, baca berita kesehatan, baca berita perbankan, bahkan berita politik. Berita biasanya bisa mempengaruhi harga saham secara signifikan, bisa juga tidak.
Jadi bisa saja ada berita positif mengenai suatu industri yang berkaitan erat dengan saham perushaan A, kemudian anda membelinya di awal open market karena berpikir bahwa harganya akan naik, eh tapi ternyata malah turun. Atau anda menjual saham anda pada perusahaan B yang baru saja ada berita negatif eh tapi malah naik.
Pokoknya banyak yang harus kalian pertaruhkan kalau memang ingin jadi trader professional.
9. Jangan Dibawa Ke Hati
Dengan pergerakan harga yang tidak terduga.
Rugi dalam trading saham adalah hal yang normal.
Namun rugi uang bagi pemula, dengan nominal yang tidak sedikit dan waktu yang cepat adalah hal yang tidak normal.
Jadi, kalau memang anda ingin mencoba, cobalah dengan uang seminimum mungkin, yang kalau hilang semua anda tidak akan sedih atau bahkan gila. Karena dengan uang kecil kalau anda rugi maka setidaknya ruginya hanya sedikit dan bisa dijadikan pembelajaran serta pembiasaan pada trading saham. Dan kalau anda untung maka jangan terlalu senang, karena untungnya hanya sedikit.
Jangan kelewat senang kalau untung, dan jangan sampai gila kalau rugi.
Intinya, jangan dibawa ke hati.
Cara paling ampuh agar pergerakan pasar saham tidak mempengaruhi pergerakan hati adalah tidak trading atau bahkan investasi menggunakan uang panas.
10. Jangan Pakai Uang Panas, Jangan Juga Pakai Uang Dingin, Pakai Uang Beku!
Uang panas adalah uang yang anda butuhkan dalam waktu yang singkat, misalnya kebutuhan sehari-hari.
Uang dingin adalah uang yang tidak anda butuhkan dalam waktu yang singkat namun tetap dibutuhkan, misalkan tabungan biaya kuliah anak.
Uang beku adalah uang yang tidak anda butuhkan. Terdengar gila? iya.
Ini merupakan salah satu nasehat saya kepada teman-teman atau saudara saya yang mau memulai trading saham. Saya bilang deposit minimum dulu untuk belajar dan latihan, lalu kemudian setelah belajar dan dia sudah mau terjun, rata-rata saya suruh deposit 1 kali lagi jumlah minimum deposit :).
Atau saya katakan: "pakai uang yang tidak akan membuatmu gila jika hilang semuanya".
Uang panas adalah ongkos hidup yang tentu saja jangan dipakai trading. Uang dingin sering disalah artikan dan dipakai trading. Padahal, uang dingin adalah uang yang disimpan dengan tujuan tertentu, misalkan untuk pensiun, biaya kuliah anak, biaya travel luar negeri, beli rumah dan lain-lain yang lebih baik di masukkan ke deposito, beli emas, reksadana pasar uang, dan investasi lainnya yang memiliki profil resiko yang rendah. Uang dingin jangan dipakai trading tapi pakai untuk investasi low risk.
Trading lah dengan uang seminim mungkin.
Nominal yang tidak akan mempengaruhi anda sedikitpun jika hilang semuanya.
Misalkan Anda menyisihkan 1 juta sebagai modal awal trading dan tidak peduli jika loss atau rugi semuanya. Nah, jadikan sebagai tantangan, bisa tidak anda merubah 1 juta menjadi 100 juta? kalau tidak bisa jangan jadi trader. Kalau anda justru rugi 1 juta maka bayangkan kalau itu adalah 100 juta.
Hal ini bukan untuk menakut-nakuti. Tapi agar setiap orang paham dengan resiko sebenarnya untuk memulai trading saham.
Kesimpulan
Kesimpulannya trading saham merupakan pekerjaan yang sangat beresiko, membutuhkan modal besar, dan waktu yang banyak. Kalau anda tidak bisa mentolerir hal-hal tersebut maka jangan menjadi trader. Kalau anda menerima ketentuan tersebut maka jadilah trader dengan penuh kehati-hatian dan kesabaran yang tinggi.

0 Comments